Jakarta, www.istiqlal.or.id – Sesuai dengan ketetapan pemerintah Republik Indonesia melalui Sidang Isbat yang dilaksanakan Kementerian Agama (Kemenag RI), Masjid Istiqlal akan melaksanakan Shalat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah tingkat kenegaraan, pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Pelaksanaan shalat Idulfitri ini dapat diikuti oleh masyarakat luas dan dimulai pukul 07.00 WIB. Diketahui khatib yang bertugas ialah Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Prof. Noorhadi Hasan, MA, M.Phil., Ph.D, dengan mengusung tema “Kemenangan Idulfitri Menyemai Kebaikan, Meraih Keberkahan”.
Diketahui juga Imam yang bertugas ialah Dr. KH. Ahmad Husni Ismail, MA dan Badal Imam: H. Ahmad Rofiuddin Mahfudz, SQ, M.Ag.
Adapun Bilal I yaitu Ust. Ustaz H. R. Harmoko, M.Pd, dan Bilal II ialah Ust. H. Ahmad Achwani, S.Ag.
Panduan Tata Tertib Shalat Idulfitri Tingkat Kenegaraan Di Masjid Istiqlal
Demi menjaga kehidmatan shalat Idulfitri 1447 H, Pengelola Masjid Istiqlal mengimbau masyarakat agar tetap menjaga ketertiban dan kenyamanan lingkungan Masjid Istiqlal.
1. Datang lebih awal, pelaksanaan Shalat Idulfitri 1447 H dimulai pukul 07.00 WIB
2. Memakai pakaian yang menutup aurat dan sopan
3. Membawa alat dan alas shalat pribadi
4. Membawa kantong plastik sendal/ sepatu pribadi
5. Membawa barang keperluan secukupnya
6. Menjaga barang bawaan dimanapun dan kapanpun
7. Turut serta tertib menjaga kebersihan, keamanan dan kenyamanan ibadah
Akses Gerbang Untuk Jamaah
Bagi jamaah yang turut mengikuti pelaksanaan shalat Idulfitri 1447 H di Masjid Istiqlal, silakan masuk melalui Gerbang 2 Al-Ghaffar dari arah jalan Perwira, Gerbang 3 Al-Aziz dan Gerbang 4 Al-Jabbar dari dari arah Lapangan Banteng, Gerbang 5 Al-Fattah dari arah Gereja Katedral, dan gerbang 6 al-Mukmin dari arah stasiun Gambir, pasar baru dan sekitarnya.
Area Parkir Jamaah
Adapun bagi jamaah yang datang membawa kendaraan, jamaah dapat memarkirkan kendaraan di tempat-tempat berikut:
1. Area Parkir Basement Masjid Istiqlal B1 dan B2 (600 mobil),
2. Area parkir Gedung Pertamina (300 mobil, 300 motor),
2. Area parkir Kemenag (200 mobil 300 motor),
3. Area parkir Lapangan Banteng (300 mobil 200 motor),
4. Area parkir Gereja Katedral (150 motor),
5. Area parkir Kantor Pos (150 mobil dan 100 motor),
6. Area parkir Santa Maria (75 mobil dan 50 motor),
7. Gedung Kesenian Jakarta (50 mobil), dan
8. Area Parkir Belakang Gedung TNI AD (50 mobil dan 50 motor)
9. Area Parkir Santa Ursula (100 mobil dan 100 motor)
10. Mabes TNI AD (Khusus para menteri dan duta besar)
(FAJR/Humas dan Media Masjid Istiqlal)



